This is one of the most popular and expensive fish available today. Many people are into this because, people and hobbyist will see the improvement of the fish based on how you take care of your pet fish. Blog dedicated to the flowerhorn fish craze. Includes information about the flowerhorn fish and how to care for them, treat diseases, breed and other useful information about this beautiful fish.
Showing posts with label akuarium. Show all posts
Showing posts with label akuarium. Show all posts
Flowerhorn Aquarium Setup
Due the big size they can reach, Flowerhorn need big aquarium with a lot of free space for swimming; a 200 litres tank is the minimum you can offer to an adult fish to let it live healthily. It is a really strong fish and can live in different water conditions without having problems, anyway it is important to provide a temperature between 25°C and 30°C; pHvalue is also important, because acid water can tone down fish colours and make it sick, the ideal condition is a lightalkaline water, with a pH between 7 and 8. Moreover it is necessary to avoid sudden condition changes of temperature and chemical values, because they can make Flowerhorn being more sensible to sickness like bacteria attacks.
Cara Mengukur banyaknya air dalam aquarium
Untuk mengetahui jumlah air dalam akuarium ( Liter ) : ( PXLXT dalam cm ) /1000
Sebagai contoh :
1. Akuarium Ukuran Panjang 100 cm, Lebar 50 cm, Tinggi 40 cm.
Maka kapasitas airnya : ( 100 x 50 x 40 ) / 1000 = 200 Liter
2. Akuarium Ukuran Panjang 120 cm, Lebar 45 cm, Tinggi 50 cm
Maka Kapasitas airnya : ( 120 x 45 x 50 ) / 1000 = 270 Liter
Sebagai contoh :
1. Akuarium Ukuran Panjang 100 cm, Lebar 50 cm, Tinggi 40 cm.
Maka kapasitas airnya : ( 100 x 50 x 40 ) / 1000 = 200 Liter
2. Akuarium Ukuran Panjang 120 cm, Lebar 45 cm, Tinggi 50 cm
Maka Kapasitas airnya : ( 120 x 45 x 50 ) / 1000 = 270 Liter
Menjaga kebersihan Aquarium
Untuk kebersihan aquarium ada beberapa cara yang mungkin bisa kita ikuti :
- Bersihkan dengan cara menyedot kotoran ikan: 2 hari 1 x
- Isi ulang kembali air setinggi air awal
- Untuk Menguras full sebaik nya di lakukan 1 minggu /2 minggu sekali coz jika terlalu sering akibatnya Justru ikan tidak max
- Usahakan air Tua ... untuk mengisi aquarium Ex: taruh air dalam wadah dan endapkan selama 1 malam baru masukin ke aquarium
- Penyeponan diding kaca lakukan di Kuras FULL
TEHKNIK PEMBUATAN AKUARIUM
Dalam budidaya ikan air tawar dan laut, ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kolam, bak, akuarium, jarring terapung/ karamba jaring apung. Akuarium merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk budidaya ikan yang terbuat dari kaca dan mempunyai ukuran tertentu.
Pembuatan Akuarium
Konstruksi Akuarium
Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat, akuarium trapesium, akuarium segi-delapan, akuarium segi-enam, akuarium botol dan akuarium ellips.
Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat, langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium. Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm.
Sebagai acuan dalam membuat akuarium, ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat sebagai berikut.
- Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 30, Lebar akuarium (cm) 20, Tinggi akuarium (cm) 20
- Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 30, Lebar akuarium (cm) 20, Tinggi akuarium (cm) 20
- Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 40, Lebar akuarium (cm) 20, Tinggi akuarium (cm) 30
- Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 50, Lebar akuarium (cm) 30, Tinggi akuarium (cm) 30
- Tebal kaca (mm) 5, Panjang akuarium (cm) 70, Lebar akuarium (cm) 35, Tinggi akuarium (cm) 35
- Tebal kaca (mm) 3, Panjang akuarium (cm) 80, Lebar akuarium (cm) 40, Tinggi akuarium (cm) 40
Aquarium Maintenance
Aquarium filter
Aquarium maintenance is a very important process in keeping fish and plants alive. Aquarium filters are the instruments that keep the tank clear of waste and particles. Fish waste is dangerous for the fish health. In the wild fish waste is diluted, but the aquarium is much smaller, and the waste is toxic.
Fish waste produces ammonia which is toxic in large amounts. A small tank with large fish will produce large amounts of ammonia. Furthermore ammonia can break down into nitrate. Nitrate becomes toxic when it reaches high levels, therefore keep the water clean.
Aquarium maintenance is a very important process in keeping fish and plants alive. Aquarium filters are the instruments that keep the tank clear of waste and particles. Fish waste is dangerous for the fish health. In the wild fish waste is diluted, but the aquarium is much smaller, and the waste is toxic.
Fish waste produces ammonia which is toxic in large amounts. A small tank with large fish will produce large amounts of ammonia. Furthermore ammonia can break down into nitrate. Nitrate becomes toxic when it reaches high levels, therefore keep the water clean.
Under Gravel
Sesuai dengan namanya filter "under gravel" adalah sebuah filter yang
terletak dibawah lapisan "gravel" (kerikil, pasir) di dasar akuarium.
Konstruksinya terdiri dari lapisan bahan anti karat (plastik) berlubang
dengan kaki penompang sehingga tercipta ruangan bebas dibawahnya untuk
memungkinkan air bersih mengalir (Gambar 1). Disalah satu sudutnya
(atau lebih) terdapat pipa keluaran untuk mengembalikan air hasil
filtrasi kedalam akuarium.
Gambar 2 menunjukkan mekanisme
kerja sebuah filter "under gravel". Dalam hal ini air "dipaksa" untuk
menembus lapisan gravel pada dasar akuarium dengan bantuan head pump
atau aerator, kemudian air tersebut dikembalikan ke dalam akuarium.
Pada saat air melalui gravel air mengalami setidaknya dua proses
filtrasi, yaitu mekanik, melalui pori-pori efektif lapisan gravel, dan
biologi, melalui kontak air dengan bakteri pengurai amonia dan nitrit
yang hidup pada permukaan gravel. Filtrasi biologi memegang peranan
utama dalam sistem filter ini.
Dengan berjalannya waktu,
penumpukkan partikel-partikel padatan pada ruang antar gravel dapat
menyebabkan penyumbatan. Oleh karena itu filter under gravel
direkomendasikan untuk di rawat secara periodik, setidaknya dengan
melakukan pem-vacum-an pada gravel. Penyumbatan dapat menimbulkan
terjadinya kondisi anaeraobik pada lingkungan gravel sehingga dapat
menyebabkan bakteri pengurai amonia dan nitrit mati yang akhirnya dapat
mengakibatkan filter gagal berfungsi.
Filter under gravel sering
digunakan terutama dalam akuarium laut. Pada sistem filter ini,
partikel-partikel organik yang terjebak pada permukaan gravel akan
menjadi sumber pakan bagi jasad-jasad renik (plankton). Selanjutnya
plantkon ini akan menjadi sumber pakan bagi penghuni laut lain yang
dipelihara, khususnya dari golongan pemakan plankton. Dengan demikian,
filter "under gravel" pada akuarium laut seolah-olah berfungsi juga
sebagai refugium.
Under Gravel Terbalik
Salah satu masalah dalam
menggunakan filter under gravel adalah kemungkinan akan tersumbatnya
aliran sebagai akibat akumulasi kotoran yang tidak dapat diproses dengan
cepat. Kotoran ini dapat menumpuk diantara gravel, menyebabkan
penyumbatan sehingga pada akhirnya dapat mengurangi kinerja dari filter
tersebut. Salah satu pemecahannya adalah dengan relatif sering menyipon
dan membersihkan lapisan gravel secara teratur. Pembersihan tersebut
hendaknya dilakukan secara parsial, agar bakteri pengurai tidak habis
"tercuci".
Cara lain adalah dengan memisahkan
endapan dari gravel. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode
fiter under gravel dengan aliran terbalik. Gambar 3 menunjukkan diagram
bagaimana pemisahan tersebut dilakukan. Pemisahan proses pengendapan
dilakukan dengan menambahkan satu unit filter di luar akurium utama.
Tugas utama filter ini adalah melakukan filtrasi secara mekanik (Sebuah
filter kanister boleh digunakan untuk melakukan tugas ini). Setelah
melalui proses filtrasi mekanik, air selanjutnya dikembalikan (dengan
bantuan pompa) ke akuarium utama melalui pipa out let filter under
gravel. Selanjutnya air akan menyebar dibawah filter under gravel
kemudian menembus lapisan gravel. Pada saat melalui lapisan gravel
inilah air mengalami proses filtrasi biologi. Dengan demikian ketika
air berada kembali di ruang utama akuarium diharapkan telah terbebas
dari amonia.
Canister
Filter Canister merupakan
salah satu bentuk improvisasi dari beberapat tipe filter versi "lama",
seperti filter under gravel dan filter atas. Prinsip utama dari filter
ini adalah memberikan kesempatan yang sama pada air untuk melalui media
filter secara menyeluruh, yaitu dengan cara memaksa air tersebut
"menembus" media filter. Hal ini dilakukan dengan membuat sistem
tersebut kedap udara, sehingga tercipta suatu tekanan yang "seragam"
didalam filter, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dalam sistem terbuka
yang langsug berhubungan dengan atmosfir. Dengan cara demikian air akan
"terpaksa" menembus media yang ada sehingga kontak dengan media menjadi
lebih baik. Adanya tekanan menyebabkan kondisi kontak antara air dengan
media menjadi terjamin, sehingga hasil filtrasi menjadi relatif lebih
baik, dan kontak dapat berlangsung dalam waktu relatif lama. Oleh
karena itu sistem filtrasi canister lebih jarang memerlukan perawatan
rutin. Filtrasi dapat tetap berlangsung dengan baik selama beberapa
bulan, sebelum memerlukan perawatan.
Gambar diatas menunjukkan kurang lebih diagram sebuah filter canister. Air masuk melalui bagian bawah filter. Kemudian setelah "menembus" media, air dikembalikan ke akarium malalui sebuah pompa pada "kepala" filter ini. Tekanan dalam filter sepenuhnya tanggung jawab dari pompa. Apabila pemilihan media dan kapasitas pompa tepat, sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam jangka waktu lama sebelum memerlukan perawatan. Perawatan biasanya diperlukan apabila output filter mulai berkurang dari kapasitas yang disebutkan.
Gambar diatas menunjukkan kurang lebih diagram sebuah filter canister. Air masuk melalui bagian bawah filter. Kemudian setelah "menembus" media, air dikembalikan ke akarium malalui sebuah pompa pada "kepala" filter ini. Tekanan dalam filter sepenuhnya tanggung jawab dari pompa. Apabila pemilihan media dan kapasitas pompa tepat, sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam jangka waktu lama sebelum memerlukan perawatan. Perawatan biasanya diperlukan apabila output filter mulai berkurang dari kapasitas yang disebutkan.
Wet And Dry (Tetes)
Filter Wet and Dry atau
Filter Tetes (Trickle Filter) boleh dikatakan merupakan salah satu ujud
improvisasi dari filter biologi "konvensional". Dalam filter biologi
"konvensional", media filternya berada dalam kondisi terendam air.
Sedangkan dalam filter tetes, sebagian dari media filter tersebut
sengaja di ekspos ke udara terbuka, sehingga menciptakan bagian filter
dalam kondisi "kering" (dry).
"Penciptaan" suasana "kering" ini
dimaksudkan untuk menambah efektifitas kinerja bakteri pengurai amonia.
Dalam suasana demikian, kontak bakteri dengan oksigen akan semakin
baik. Disamping itu konidis ini pun akan meciptakan terjadinya lapisan
tipis air yang akan menyelimuti media filter, akibatnya kontak antara
air dengan bakteri menjadi lebih baik pula,s ehingga air akan dapat
diproses secara biologis dengan lebih baik pula.
Gambar 1, menunjukkan diagram
kasar sebuah filter tetes. Filter ini terdiri dari dua bagian utama,
yaitu bagian yang terdapat di atas air (kering) dan bagian yang berada
di dalam air. Diatas media kering terdapat sebuah "sprayer" yang akan
memecah air menjadi butiran-butiran air (tetesan). Tetesan ini hendaknya
terbagi merata pada seluruh permukaan media. Air selanjutnya akan
menjalar pada media secara gravitasi, mengalami proses secara biologis,
kemudian jatuh ke bagian filtrasi basah. Pada bagian basah ini
bakteri-bakteri yang hidup dengan kadar oksigen lebih rendah akan
mengambil alih pekerjaan bakteri-bakteri sebelumnya. Air kemudian
masuk kedalam ruang pompa dan dikembalikan ke akuarium.
Filter Atas (Top Filter)
Awalnya ide ini timbul saat saya berencana membuat Akuarium sebagai
media pemisah/sekat ruangan. Ada beberapa opsi yang timbul dalam benak
saya mengenai desain peletakan filter yang umum untuk mendapatkan nilai
artistik yang saya butuhkan, tetapi desain tersebut tidak cukup ringkas
dan memiliki kekurangan seperti keterbatasan beberapa posisi sudut
pandang dan filter dengan letak media yang kurang sesuai. Akhirnya saya
mencoba untuk membuat desain Akuarium sesuai dengan keinginan, kemudahan
dalam perawatan tanpa melupakan aspek aspek dasar prinsip filter secara
mekanik, biologi, maupun kimiawi.
Prinsip dasar dari arah
aliran air yang dibelok belokkan keatas dan kebawah adalah “memaksa” air
kotor dari akuarium untuk menembus/melewati media filter agar
mendapatkan nilai efektifitas yang ingin dicapai. Pemasangan Filter atas
sebaiknya tidak permanen di lekatkan ke aquarium, agar memudahkan dalam
mengangkat dan membersihkan kompartemen filter tanpa harus menurunkan
aquariumnya
Filter Makanik
Filter mekanik secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah alat untuk
memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan
ukurannya) dengan cara menangkap/menyaring material-material tersebut
sehingga tidak lagi dijumpai terapung/melayang di dalam air akuarium.
Bahan yang diperlukan untuk sebuah filter mekanik dengan demikian adalah
berupa bahan yang tahan lapuk, memiliki lubang-lubang (pori-pori)
dengan diameter tertentu sehingga dapat menahan atau menangkap
partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari diameter media flter
tersebut (Gambar 1).
Gambar 1 menunjukkan gambaran kasar tentang mekanisme kerja sebuah filter mekanik. Dalam gambar itu tampak bahwa partikel yang berukuran lebih besar dari diameter (pori) media filter akan terperangkap dalam filter sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil dan juga air akan lolos.
Dalam suatu sistem filter akuarium yang telah matang, relatif sulit membedakan fungsi kerja dari sebuah filter. Pada bagian yang dianggap sebagai filter mekanik, setelah, matang akan berfungsi pula sebagai filter biologi. , sehingga anda bisa memutuskan sendiri mana yang anda perlukan sesuai dengan ketersediaan di pasar atau malah membuatnya sendiri.
Gambar 1 menunjukkan gambaran kasar tentang mekanisme kerja sebuah filter mekanik. Dalam gambar itu tampak bahwa partikel yang berukuran lebih besar dari diameter (pori) media filter akan terperangkap dalam filter sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil dan juga air akan lolos.
Dalam suatu sistem filter akuarium yang telah matang, relatif sulit membedakan fungsi kerja dari sebuah filter. Pada bagian yang dianggap sebagai filter mekanik, setelah, matang akan berfungsi pula sebagai filter biologi. , sehingga anda bisa memutuskan sendiri mana yang anda perlukan sesuai dengan ketersediaan di pasar atau malah membuatnya sendiri.
Partikel padatan dalam hal ini
bukan merupakan bahan terlarut tetapi merupakan suatu suspensi.
Ukurannya bisa bervariasi dari sangat kecil, sehingga tidak bisa
dilihat oleh mata (sebagai contoh: partikel penyebab air keruh), hingga
sisa pakan ikan, potongan tanaman air atau bahkan bangkai ikan.
Partikel-partikel ini dapat terperangkap dalam berbagai jenis media,
dengan syarat diameter lubangnya atau porinya lebih kecil dari diameter
partikel. Media tersebut dapat berupa kapas sintetis atau bahan
berserabut lain, spong, kaca atau keramik berpori, kerikil, pasir, dll.
Filter Biologi
Filter biologi adalah filter yang bekerja
dengan bantuan jasad-jasad renik, khususnya, bakteri dari golongan
pengurai amonia. Untuk itu, agar jasad-jasad renik tersebut dapat hidup
dengan baik di dalam filter dan melakukan fungsinya dengan optimal
diperlukan media dan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan dan
perkembangan jasad-jasad renik tersebut.
Filter Kimia
Rasanya tidak mudah untuk
mendefinisikan sebuah filter kimia, karena sepintas fungsinya hampir
sama saja dengan sebuah filter mekanik. Perbedaannya terletak pada
ukuran partikel yang di"garap", oleh karena itu boleh dikatakan bahwa
filter kimia adalah sebuah filter mekanik yang bekerja pada skala
molekuler. Seperti diungkapakan sebelumnya, filter mekanik bekerja
dengan manangkap suspensi, maka filter kimia bekerja dengan menangkap
bahan terlarut, seperti: gas, bahan organik terlarut, dan sejenisnya.
Mekanisme ini dilakukan dengan bantuan media filter berupa arang aktif,
resin ion, dan zeolit, atau melalui fraksinasi air.
Akuarium
![]() |
| Nitrogen Cycle in Aquarium |
Akuarium adalah sebuah vivarium biasanya ditempatkan di sebuah tempat dengan sisi yang transparan (dari gelas atau plastik berkekuatan tinggi), di dalamnya satwa dan tumbuhan air (biasanya ikan, namun dapat juga ditemukan invertebrata, amfibi, mamalia laut dan reptil) ditampung, dan digunakan untuk display publik.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















