Showing posts with label Cichlasoma Synspilum. Show all posts
Showing posts with label Cichlasoma Synspilum. Show all posts

Cichlasoma Synspilum

Common Names: Firehead Cichlid, Quetzal Cichlid, Redhead Cichlid 
Cichlasoma Synspilum masih termasuk familiCichlidae. Ciri khasnya, kepalanya nonong, ikan ini berasal dari sungai Rio Usunacinta, Guatemala - Amerika Latin. Warna merah jambu mengguyur bagian kepala, wajah hingga sirip depan bagian atas, berlanjut terus ke belakang insangnya sampai ke bagian belakang tubuhnya. Dibagian sirip atas dan ekornya, warna merah jambu itu bercampur kuning keemasan dan bercak hitam.

Corak warnanya itu akan tampak sangat cemerlang jika ia sudah berukuran sekitar 20 cm.

Jika hendak dipelihara dalam akuarium, Cichlasoma synspilum memerlukan air ber-pH 7 dengan suhu 22 - 30 derajat Celcius.

Karena ia menghendaki air yang bersih, maka airnya harus diganti 5 hari sekali. Air yang cocok untuk Cichlasoma synspilum ini adalah air sumur yang belum tercemar. Akuarium untuk Cichlasoma synspilum sebaiknya dipasangi filter dan aerator. Selain itu, akuarium juga perlu diberi batu - batuan, untuk menyerap kotoran ikan maupun sisa - sisa makanannya. Dengan adanya filter, kotoran yang mengambang di permukaan air akan tersedot ke dalam tabung filter. Sementara aerator akan memasok oksigen ke dalam air akuarium.

Di alam aslinya, ia senang memakan tumbuhan, larva, maupun ikan - ikan kecil. Akan tetapi, Cichlasoma synspilum yang dipelihara dalam akuarium bisa diberi pakan khusus kalengan, ikan mas kecil, udang, cacing sutera (tubifex), bahkan sayuran.

Cichlasoma synspilum sangat aktif bergerak, meskipun hanya pelan - pelan saja. sebenarnya ia termasuk dalam jajaran ikan yang agresif, dan gemar sekali memangsa ikan lain yang lebih kecil. Oleh karena itu, ia tidak bisa dibiarkan hidup seakuarium dengan ikan lain yang ukurannya lebih kecil.

Pertumbuhannya amat lambat, untuk mencapai panjang badan 20 cm memerlukan waktu 2,5 tahun, meskipun ia sudah diberi pakan yang cukup.

Vieja synspila

From Wikipedia, the free encyclopedia
Vieja synspilla 
Vieja synspila (formerly Cichlasoma synspilum) also known as the quetzel cichlid, redhead cichlid or firehead cichlid is a large (30 cm, 12 in) Central American cichlid fish species. It is one of the most colourful cichlid species with males displaying metallic green, blue, green, pink and orange along their flanks. Vieja synspila has been used in creating new hybridized aquarium cichlids that became popular in Asia in recent years. Vieja synspila is probably one of the parents of modern blood parrot cichlids and flowerhorn cichlids.

People believe that this fish has scales all the colours of the rainbow.

Tips memelihara louhan


JAKARTA – Ikan bertato aksara Mandarin itu hilir-mudik di akuarium. Tubuhnya yang dibaluti perpaduan corak hitam dan perak bisa membuat mata terpikat. Hewan ini pun tak menolak saat dielus–elus tangan sang pemilik. Ikan lou han sebutannya. Lou han yang diberi nama dewa hoki itu diyakini bisa membawa berkah tersendiri.


”Kalau dilihat baik-baik, tulisan Mandarin itu artinya berkembang,” kata Inna, sang pemilik ikan istimewa itu. ”Ikan ini memang nggak punya corak warna yang mencolok, tapi dia punya marking yang jelas sekali. Jadi bisa langsung terbaca,” tambah Inna menunjukkan rajah di tubuh ikan lou han kesayangan itu.

Sejarah Louhan

Dicintai, disayang, diabaikan dan tidak luput pula dibenci. Itulah resiko yang sering disandang oleh ikan-ikan jenis hibrid. Luo Han (Louhan, Lohan?) atau Hua Luo Han, atau flower horn atau entah apalagi julukannya nanti, kehadirannya mengundang kontroversi dikalangan penggemar ikan hias. Ikan yang tidak eksis secara alamiah di alam ini, diketahui merupakan hibrid yang dibuat manusia.Oleh karena itu, tidak heran kehadirannya sempat membuat berang mereka, terutama yang menamakan dirinya pencinta cichlid sejati. Mereka menganggap ikan ini adalah hasil ulah manusia yang bermain-main sebagai tuhan, dan mahluk ini pun tidak urung mendapat julukan sebagai Franken-fish (Pelesetan dari mahluk "robot" ciptaan Dr. Frankenstein).

Walau bagaimanapun, ikan ini telah mengambil hati banyak penggemar ikan hias, terutama di wilayah asia yang kental dengan hal-hal yang berbau "keajaiban". Warna yang ditampilkannya memang menjanjikan. Pola rajah pada tubuhnya sering dikaitkan dengan kepercayaan bahwa ikan ini bisa membawa keberuntungan sehingga membuat ikan tersebut mendapat tempat di hati para kelompok penggemar ikan hias tertentu dan tentu saja berakibat mengatrol nilai jualnya. Apapun pendapat orang mengenai ini adalah sah-sah saja, meksipun demikian, dalam uraian disini , Luo han akan dibahas dari sisi mahluk hidup sebagai ikan.

Blood parrot cichlid

From Wikipedia, the free encyclopedia

A blood parrot cichlid
The blood parrot cichlid (also known as parrot cichlid and bloody parrot; no binomial nomenclature) is a hybrid cichlid. The fish was first created in Taiwan in around 1986.[1] Its parentage is unknown, but the most commonly speculated pairings are midas cichlid (Amphilophus citrinellus) with the redhead cichlid (Cichlasoma synspilum), or the severum (Heros severus) with the red devil cichlid (Amphilophus labiatus).[2] Blood parrots should not be confused with other parrot cichlids or salt water Parrotfish (family: Scaridae).[3]